Kini dan Kekinian: Peluang ataukah Ancaman

Era peperangan sudah. Indonesia benar-benar mengalami satu diantara beberapa ribu kelokan. 1 tikungan yang jika menyaksikan kemunculan tanda-tandanya akan tajam. Berisi persimpangan yang kembali lagi menyertakan sentiment agama serta kebangsaa.

Era peperangan sudah usai, sekarang manusia bisa hidup dengan bebas serta aman dari teror perbudakan serta kejahatan. Tetapi, tidak segampang itu, tekad sekumpulan orang kuasai barisan lain belum juga usai.

Sama seperti waktu periode penjajahan, nusantara melahirkan pahlawan-pahlawan yang betebaran dari sabang sampai merauke. Melahirkan ulama’-ulama’ yang bemartabat dan disegani warga.

Sesaat di era saat ini, koruptor-koruptor rata di semua nusantara, melahirkan ulama’-ulama’ yang kehilangan martabat karena tahta serta harta. Disini,peranan penting angkatan muda selaku asset penerus bangsa. Pada tangan pemudalah nantinya perkembangan bangsa ditaruhkan.

Tetapi, bila kita lihat bagaimana keadaan angkatan muda saat ini yang selalu berikap abai serta apatis pada budaya tradisionil serta pilih kemoderenan, baju kurang bahan, k-pop, drama korea dan lain-lain.

Ya, iniah angkatan saat ini yang semakin disebutkan angkatan milenial, angkatan melek tehnologi, mempunyai kekuatan multi tasking, tetapi, alami pengurangan sosial, sampai kemunduran kepribadian. Sangkanya Dilan serta Milea lebih mereka mengenal daripada Zainuddin serta Resapi.

Tehnologi benar-benar terlihat banyak mempunyai keuntungan, tetapi bukan bermakna bebas dari teror. Seperti sebilah pisau bila dipakai secara baik, dia akan berguna. Namun kebalikannya, bila tidak dipakai secara baik malah akan melukai tuannya.

Serta ada warga yang modern memperlihatkan keadaan positif dengan lahirnya warga yang sensitif pada perombakan jadi berlagak update, berpenampilan ala-ala aktris barat, korea, sampai bepeilaku secara baru.

Disini tempat dengan bebagai daya tarik kebaikan serta terburukanpun tidak lepas menemaninya. Jadi angkatan muda saat ini masih kurang dengan modal modern. Sebab di zaman berikut adalah zaman untuk mereka yang jago membaca kondisi, cedas ambil kesempatan, namun tabah menepis teror.

Lalu opsi apa yang anda tentukan? Bila tidak disiapkan sejak saat ini, ingin dibawa ke mana bangsa ini? Ke arah yang lebih baik-baikkah? Atau malah justru ke arah kemerosotan? Ditangan angkatan mudalah sandaran keinginan bangsa ada. Seperti petuah Ir. Soekarno yang mengeluarkan bunyi,

“Berikan saya 10 pemuda, karena itu pasti akan kugoncangkan dunia!

error: Content is protected !!