Nak, di Dunia Tak Ada yang Gratis ya nak


Dunia Tak Ada. Manusia hidup dalam 2 dimensi, yakni dimensi jelas serta dimensi gelap. Dimensi kelahiran serta kematian. Manusia tidak sempat pilih keluarga, tempat serta negara di mana dia dilahirkan. Yang paling penting untuk manusia ialah menghargakan makna serta arti kehidupan


Memang orang jadi DPR, Bupati, Gubernur, Presiden bahkan juga cari kerja ngak gunakan ongkos? Gratis? Kamu saja ngak ingin saksikan muka di cermin, sich! “Nak, karyamu sebaik apa saja, tidak bermakna jika kamu tidak bayar, punyai posisi yang terhormat serta orang dalam.” Kata ayahku.

Kata Si Filsuf,” apa saja dapat diambil dari diri kamu. Kamu cuman punyai 1 kemerdekaan, yaitu perilakumu.” Tiap hari beberapa ribu kreasi anak negeri datang menegur, memberikan inspirasi warga Indonesia. Seringkali, kreasi anak negeri makin ditelantarkan di bawah kuasa uang. Benar-benar segala hal di dunia tidak ada yang gratis. Terhitung di dunia tulisan. Jika tulisanmu dihargai serta diagungkan setinggi bintang di langit, kamu harus bayar. Seirama jika kamu ingin diterima untuk bekerja di satu perusahaan saat ini, kamu harus bayar. Bahkan juga semua kepentingan administrasi kenegaraan juga tidak lepas dari bayaran. Orang parkirkan saja di muka Alfamart, Indomaret serta pusat belanja yang lain tidak lepas dari bayaran. Apa lagi tulisanmu.

Manusia jadi monster untuk sesamanya. Uang sanggup merendahkan bahkan juga meninggikan martabatmu. Namun, kamu punyai kemerdekaan yang tidak dapat diambil oleh seseorang yaitu perilakumu.

Memilik sikap mandiri ialah jalan ke arah kemerdekaan. Sebab kamu tidak akan dipengaruhi dengan semua rayuan, godaan maut dari mereka-mereka yang mempunyai kekuasaan di satu diantara tempat, perkumpulan spesifik. Oleh karenanya, kembali lagi ini kembali lagi ke opsi. Apa anda ingin pilih menjadi pecundang bermuka 2, atau anda selalu jadi manusia yang menghargakan martabat seseorang dengan ikhlas?

Pada akhirnya, kita ialah monster-monster yang terus mengulas keadilan, lalu mendiskriminasikan sama-sama dengan lembut di tiap sudut hati kita.

error: Content is protected !!