Globalisasi: Fantasi atau Realita?

Warga tidak akan. asing dalam kata globalisasi. Dunia yang sekarang ini sama-sama tersambung serta sama-sama bagikan hal baik atau jelek. Imbas positif globalisasi umumnya cuman dirasakan oleh minoritas (faksi yang mempunyai kekuasaan, kekayaan, dll.) serta imbas negatif globalisasi nyaris dirasakan oleh keseluruhnya warga. Globalisasi membuat seluruh orang merasai ‘buah toksin’ serta tiap orang harus bermasalah dengan hasilnya. Buah toksin yang diartikan di sini ialah imbas negatif globalisasi yang terselinap dibalik imbas positif globalisasi. Misalkan saat ini hari kita dekat dengan sarana m-banking, karena itu harus data personal kita harus diberi di program. Imbas positif m-banking ialah kita dapat transfer uang dari bermacam tempat,tak perlu ke ATM. Imbas negatif m-banking data kita mempunyai potensi oleh diretas beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. 

Beberapa orang yang sudah menyaksikan globalisasi selaku raksasa liberalisme serta kapitalisme yang tidak terhambat. Globalisasi ialah kejadian riwayat yang kompleks yang sudah ada semenjak awalnya slot online terpercaya riwayat manusia. Satu diantara faktanya ialah semenjak era kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, dikisahkan banyak figur riwayat yang merajut jalinan antar kerajaan serta dengan lain tempat di luar Nusantara. Kecepatan dari globalisasi sudah bertambah berlipat-lipat dalam 3 dasawarsa paling akhir. Beberapa disambungkan lewat jaringan elektronik seperti sosial media.

Beberapa akademiki serta kritikus dunia lagi lakukan bermacam riset untuk menunjukkan jika globalisasi itu ada. Bukti yang berada di dunia maya ialah supremasi dari nilai-nilai barat. Untuk angkatan muda, menurut Saya nilai-nilai yang memimpin ialah budaya korea seperti K-POP. Dari sisi ekonomi, adanya globalisasi, makin memungkinkannya pelanggaran pada tenaga kerja. Sedang, dari sisi politik bisa saja globalisasi bisa menghancurkan demokrasi serta kestabilan sosial. Bukti riil yang berlangsung disamping ekonomi ialah tidak terdapatnya asuransi (seperti BPJSTK) untuk freelancer di dunia maya.

serta gerakan arus info yang tidak terbedung dalam zaman globalisasi. Ini akan memunculkan kapitalisme global, yang dipandang janjikan kemakmuran yang kemungkinan tidak pernah berlangsung awalnya. Warga dunia harus belajar bagaimana mengurus metode globalisasi yang terbuka serta berdasar ketentuan, atas landasan konsep bersama yang meliputi sebagian besar kebutuhan warga global.

  Dunia global bisa disaksikan selaku ‘dongeng’ yang membuat banyak fantasi selaku kebenaran. Fantasi-fantasi ini memunculkan keinginan-harapan di tengah-tengah warga akan hari esok yang ceria serta terjaga. Fantasi-fantasi ini dibuat lewat artikel, kabar berita, atau posisi-status yang dibagi di sosial media. Globalisasi ditebarkan selaku inspirasi serta janji untuk kehidupan yang lebih bagus untuk semua warga. Keinginan-harapan warga itu diantaranya terselesaikannya permasalahan global kemiskinan, pengangguran, ketidaksetaraan, permasalahan cuaca global, serta ketidakstabilan keuangan. 

error: Content is protected !!