Serba-serbi Vitamin

Vitamin ialah mikronutrien. berarti dibutuhkan oleh badan kita dengan jumlah kecil. Arti vitamin berasal dari 2 kata Latin: ‘vita’ yang berarti hidup serta ‘amine’ sebab sebelumnya diperhitungkan adalah senyawa turunan amina (-NH2). Arti vitamine pertamanya disampaikan oleh periset Polandia Casimir Funk di tahun 1912.

Keseluruhan ada 13 vitamin yang dibutuhkan oleh manusia. Keseluruhnya dideteksi atau diketemukan di antara tahun 1913 sampai tahun 1948. 4 macam vitamin memiliki sifat larut dalam lemak (A, D, E, serta K), sedang 9 yang lain larut di air (B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, B12, serta C). Vitamin larut lemak tersimpan dalam jaringan adiposa atau jaringan lemak, vitamin larut air harus selekasnya dipakai oleh badan. Tiap kelebihan vitamin larut air dibuang dari badan lewat urin. Vitamin B12 adalah salah satu vitamin larut air yang bisa ditaruh di hati sepanjang tahun.

Vitamin B2 (riboflavin) kerap dipakai selaku bahan warna kuning-jingga untuk makanan. Sering urin seorang yang habis konsumsi ekstra vitamin memiliki warna kuning ceria, karena kelebihan vitamin B2 yang terbuang. Kecuali vitamin B2, beta-karoten biasa dipakai selaku bahan warna (jingga-merah). Beta-karoten ialah provitamin A, berarti bisa dirubah oleh badan jadi vitamin A. Ada 2 macam vitamin yang berperan selaku anti-oksidan, yakni vitamin C serta vitamin E.

Vitamin biasanya peka pada panas, sinar, kelembapan serta oksigen. Oleh karenanya, buah atau sayur (wortel, dan sebagainya) yang telah diolah (dikupas, jadi juice, atau dibuat) perlu selekasnya dimakan supaya tidak ada kehilangan vitamin yang tinggi. Sayur yang memiliki kandungan vitamin C, seperti daun singkong, sebaiknya dimakan bersama kuahnya. Ekstra vitamin seharusnya tersimpan dalam tempat aslinya yang tertutup meeting serta takt hembus sinar, serta ditaruh dalam tempat kering serta tidak langsung terserang cahaya matahari.

Beberapa vitamin sekarang ini dibuat dengan kimiawi atau lewat reaksi peragian. Dengan langkah ini harga vitamin baik selaku suplemen atau bahan fortifikasi bisa bertambah lebih murah. Namun, masihlah ada yang dibuat lewat proses ekstraksi dari tanaman, seperti beta karoten yang didapat dari buah kelapa sawit.

error: Content is protected !!