The Shinning” Menantangmu Nonton Sendirian!

Tiap saya akan. melihat beberapa film seram baru, saya pasti menanyakan dalam hati apa saya semakin lebih mencintainya daripada film The Shining ?

Teorinya beberapa konyol, tapi bukan kebenaran bila orang yang menyukai cari arti terselinap dalam beberapa film terkenal sudah terdiam dengan The Shining. Film yang kental dengan detil, serta kaya ambiguitas. Benar-benar berikut ahliasinya Kubrick.

Ketrampilan yang dipakai Kubrick dengan dampak luar. Biasa di film 2001 serta Eyes Wide Shut, ke-2 nya bisa dilukiskan selaku thriller psikis, tapi The Shining berdiri dengan sendiri selaku contoh prima mengenai langkah menyelesaikan seram psikis: film yang menyangkutkan kontak fisik riil dengan kekerasan emosional riil yang bahkan juga lebih menakutkan.

Untuk pahami begitu susahnya itu, tontonlah film seram psikis yang lain sangatlah baik – lalu banding dengan The Shining. Misalkan, coba saksikan The Vanishing – tetapi yang asli bikinan Belanda tahun 1988 (bukan remake Amerika yang buruk menurut saya).

The Vanishing ialah film yang terarah, pintar, menakutkan. Tetapi, apa kalian akan perduli dengan watak-karakternya seperti kalian perduli dengan Shelley Duvall serta putranya yang kecil di The Shining? Jawabnya tentu tidak!

Bahkan juga waktu Jack Nicholson sedang berkeliling-keliling hotel, pemirsa dikasih pertanda jika ada kemelut yang dalam dalam jalinan pasangan itu. Sesudah keluarga berpindah, narasi denganbertepatan serta dengan perlahan-lahan masuk di segi supernatural serta psikis.

Kita belajar semakin banyak mengenai riwayat keluarga seperti kita belajar semakin banyak mengenai riwayat hotel.

Film ini bisa dilihat selama hidup sebab kita bisa melihat tiap episode dari bermacam sudut pandang: lewat mata polos si anak, lewat tidak percaya Duvall, lewat kekurangan serta amarah Jack Nicholson.

Episode paling akhir yang populer itu dilakukan dengan pakar, tapi pokok sebetulnya dari The Shining ialah episode utama di mana Duvall hadapi Nicholson di tangga, mengayunkan pemukul bola kasti. Episode itu sarat dengan kemelut yang menganiaya sebab Kubrick serta Johnson betul-betul jaga kemelut itu.

Seandainya episode yang serupa ada di film seram lain, pertanyaannya ialah, bisakah ia memukul monster itu dengan pemukul bola kasti? Tetapi di film The Shining, pertanyaannya jadi, apa ia akan memukul suaminya dengan pemukul itu? Atau untuk episode yang lain, irisan dari satu pisau lebih. Membuat deg-degan daripada segalon darah yang dibuat untuk beberapa film seram yang lain.

The Shining kemungkinan bukan film. Terhebat Kubrick tetapi ini ialah filmnya yang sangat prima, film di mana. Talentanya dipakai dengan benar-benar pakar untuk satu narasi yang selanjutnya kerap jadi selaku acuan, setiap saat kita mengulas mengenai film seram psikis yang luar biasa.

error: Content is protected !!