Boikot Produk Prancis akibat hina Islam. Perlukah ?


Saya seorang Seniman. saya senang menulis sebab untuk saya tulisan ialah satu bentuk gestur seorang pada apa yang berlangsung di dunia ini. Kecuali menulis saya suka juga mengekspresikan pemikiran saya ke bentuk visual atau menggambar.


Surabaya – Islamophobia benar-benar menjadi hal yang membekas dalam masyarakat. Kerap tersebar desas-desus negatif mengenai Islam. Seperti dalam kejadian belakangan ini dunia sedang dikejuti dengan satu penistaan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada agama Islam yang automatis sakiti hati beberapa muslimin di penjuru dunia.

Bagaimana tidak, Macron membuat karikatur nabi Muhammad SAW yang paling dimuliakan oleh golongan muslimin. Dalam gambar itu pasti benar-benar berbuat tidak etis nabi Muhammad SAW. Dalam keyakinan agama Islam benar-benar tidak selayaknya beberapa nabi dilukiskan fisik mereka berbentuk apa saja untuk jaga kesucian beberapa nabi.


Nabi bersabda “Itu beberapa orang yang jika ada orang shalih antara mereka yang mati, mereka membuat mushola di atas makamnya selanjutnya membuat gambar-gambarnya. Itu sejelek-jelek makhluk disamping Allah,” (HR. Ahmad serta Al-Bukhari).

Tidakkah dalam berlagakma kita semestinya sama-sama menghargai keduanya. Ketidaksamaan terbentuk tidak untuk dihina tetapi sama-sama menghargai serta kenal historical, cultural, serta bermacam faktor lainnya keduanya.

Satu bentuk perlawanan golongan muslimin pada ejekan Macron ialah boikot beberapa produk dari Prancis. Menurut saya itu satu diantara perlakuan yang pantas untuk diikuti, kita tidak ingin menyerbu agamanya karena itu kita serang faktor lain dari negara itu. Ini adalah wujud pembelaan pada nabi kami Muhammad SAW.

Bukan golongan muslimin yang mengawali tetapi Presiden ini sendiri yang berulah hingga memancing amarah golongan muslimin. Kami selaku Muslim tidak cuma geram tetapi sakit hati jika nabi kami yang mulia dihina semacam itu.

Saksikan berapakah perusahaan yang dirugikan sebab tingkah Presidennya yang tidak bermoral. Ada yang menulis semuanya sebab ada balas. Sakit hati pada peristiwa-kejadian masa lampau yang dirasakan warga Prancis karena pelaku-oknum yang berlagakma Islam. Entahlah hal tersebut betul atau mungkin tidak, tetapi satu kali lagi kita umat berlagakma yakin jika agama itu mengajar hidup nyaman. Tidak ada 1 juga agama yang mengajar tidak suka, bila ada pelaku yang melakukan perbuatan keji karena itu salahkan orangnya bukan agamanya. Apa lagi mengejek figur agama mereka.

Seharusnya Macron selekasnya mengetahui kekeliruannya serta mohon maaf ke golongan Muslimin. Lebih bagus meminta maaf dibanding makin memacu amarah. Tidakkah lebih nikmat hidup dalam nyaman dibanding sama-sama membenci. Serta mudah-mudahan nantinya Islam tidak lagi dipandang agama yang bawa imbas jelek tetapi agama yang bawa nyaman serta kebaikan untuk semuanya makhluk hidup di dunia.

error: Content is protected !!