Catatan Ringkas tentang Emulsi


Sampai sekarang ini. kita kenal 4 bentuk benda: padat, cair, gas, serta plasma. Seluruh bahan pangan berbentuk padat atau cair serta umumnya adalah kombinasi dari 2 atau bisa lebih bahan. Untuk artikel sebelumnya sudah dikatakan mengenai 8 wujud bahan pangan, diantaranya ialah emulsi.

Emulsi ialah kombinasi homogen di antara 2 benda cair yang tidak sama-sama meleburkan. Satu diantara benda cair akan terdispersi (disebutkan babak disperse) dengan rata untuk benda cair yang lain (disebutkan babak kontinu). Ucapkanlah ada satu gelas air. Ke air itu ditambah beberapa tetes minyak goreng.

Bila kombinasi itu diaduk dengan cepat sekali, misalnya dengan mixer, karena itu minyak (babak disperse) akan memiliki ukuran kecil serta menebar di semua sisi air (babak kontinu). Itu emulsi. Emulsi minyak di air, persisnya. Namun, jika didiamkan sesaat, butiran minyak akan tergabung kembali lagi serta pada akhirnya betul-betul terpisah dari air. Berarti, emulsi ialah satu metode yang condong tidak konstan.

Lalu, bagaimanakah cara supaya emulsi konstan? Dibutuhkan bahan ke-3 yang kita mengenal bernama emulsifier atau pengemulsi. Pengemulsi ini mempunyai 2 ‘tangan’, tangan yang 1 bisa bergandengan dengan air, sedang tangan lainnya bergandengan dengan minyak.

Saat diaduk, minyak bisa menjadi beberapa butiran kecil yang menebar di semua sisi air, serta bahan pengemulsi akan ada di minyak serta air. Hasilnya, butiran minyak tidak sama-sama tergabung membuat butiran yang semakin besar. Emulsi jadi konstan. Sabun adalah contoh bahan yang bekerja selaku pengemulsi. Oleh karena itu, kita bisa bersihkan tersisa minyak untuk piring dengan memberikan kepuasan.

Susu ialah emulsi minyak di air yang cukup konstan. Butiran lemak susu yang menyebar dalam air dipagari oleh kasein — protein susu — yang bekerja selaku bahan pengemulsi. Bahan yang lain bisa berperanan selaku bahan pengemulsi ialah kuning telur. Dalam kuning telur ada lesitin yang mempunyai 2 ‘tangan’ seperti sabun atau kasein. Kuning telur misalkan kita pakai untuk memantapkan metode emulsi untuk mayonnaise.

Kecuali untuk kuning telur, lesitin ada dalam kedelai. Cukup antik , sebab asal kata lesitin ialah lekithos dalam Bahasa Yunani yang bermakna kuning telur. Lesitin banyak dipakai untuk memantapkan metode emulsi untuk produk pangan seperti es cream. Kecuali lesitin, ada banyak macam bahan pengemulsi yang semasing mempunyai performa yang berbeda.

Jika ada emulsi minyak di air, karena itu pasti ada juga emulsi air dalam minyak. Dalam emulsi macam ini butiran air menebar dalam minyak. Misalnya ialah mentega, margarin atau selai kacang.

Langkah lain untuk menjaga metode emulsi dengan membuat metode jadi cukup kental hingga babak dispersi sulit tergabung keduanya. Salah satunya dengan menambah bahan pengental yang umumnya berawal dari keluarga karbohidrat, misalnya karagenan serta gum guar.

Bagaimanakah cara membandingkan emulsi air dalam minyak dengan emulsi minyak di air? Ada langkah yang relative gampang. Campur emulsi itu ke air, jika gampang tergabung jadi 1 atau homogen, karena itu itu emulsi minyak di air. Kebalikannya, karena itu itu emulsi air dalam minyak. Coba tuangkan susu ke air serta banding dengan tuangkan margarin ke air.

error: Content is protected !!