Rumah Inspirasi Para Penulis

Rasa-rasanya tidak nikmat. jika segudang ide dalam sekejap raib. Kebuntuan menulis atau arti bagus beberapa penulis ialah ‘Writer Block.’ Pemicu ‘writer block’ ialah tidak ada mind map yang pasti saat sebelum menulis. Mind map ialah rangka untuk merasionalisasikan inspirasi ke semua arah dalam satu kreasi.

Kreasi tiap penulis itu lewat proses yang panjang. Dalam proses ada design mengenai kepuasan saat bermain di ranah pergerakan aksara. Tiap untain aksara ada rasa serta rasio. Kombinasi rasa serta rasio dikaitkan dengan penelitian.

Penelitian ialah jembatan ke arah ilmu dan pengetahuan. Jembatan penelitian yang saya kerjakan ialah membaca, menyaksikan, merasai, memperhatikan serta berimajinasi.

Bersama imajinasi kau akan terbang setinggi bintang di langit serta selapang samudra lautan ( Fredy)

Lautan aksara bersatu dengan inspirasi/ide tiap penulis saat bermain rasa serta rasio. Permainan rasa serta rasio, seirama permainan lidah buaya lelaki.

Eits,,,,,,,, Sebatas kita melihat rumah ide beberapa penulis ya, mungkin ada ide untuk kita dalam menelanjangi inspirasi yang hampir ledak di kepala. Karena sangat jumlahnya inspirasi yang ingin dicatat guys, saya ngawur/tidak terang arah yang mana ingin diulas. Hehehe………..

Rumah ide beberapa penulis itu cuman ada 1 di dunia yaitu Perpustakaan. Perpustakaan ialah rumah ide untuk penulis jika menjumpai kebuntuan/writer block. Selaku penulis saya terus berinvestasikan waktu, tenaga, emosi serta materi dalam membaca. Sebab setiap saat membaca buku, saya terus mempunyai ide untuk menulis. Membaca untuk saya ialah aktivitas refreshing pemikiran.

Pemikiran ialah pusat kegiatan manusia. Satu diantara tempat piknik yang sangat tenteram untuk saya ialah bertandang ke tiap perpustakaan. Namun, sekarang ini saya vakum dari perpustakaan. Sebab kondisi belum seutuhnya aman untuk berseluncur dalam perpustakaan. Untuk mengurangi beban kangenku ialah saya terus cari lapak buku dengan daring. Sebab kedatangan tehnologi serta internet benar-benar mempermudah aktivitas membaca saya.

Rekreasi edukasi dengan daring semakin lebih efesien serta ringkas. Sebab saya dapat membaca di mana juga. Tersedianya lapak buku dengan daring lewat Ebook makin tumbuh subur. Jemput kesempatan ialah jembatan ke arah kemerdekaan. Merdeka belajar pada cari ilmu dan pengetahuan.

Kedatangan perpustakaan dengan online benar-benar mempermudah tiap orang untuk cari rujukan. Bergantung kita ingin turut nikmati tempat ide beberapa penulis atau kita selalu jadi pemirsa utama? Kembali lagi ini bergantung opsi guys.

error: Content is protected !!