Bertobat Ya Bertobat


Permasalahan ialah sumber. kehidupan manusia. Lewat permasalahan kita belajar untuk menginstrospeksi diri. Mawas diri menyertakan rasa. Rasa bersalah itu lumrah untuk manusia. Toh, kita hidup dari permasalahan serta akan kembali lagi ke permasalahan.

Tiap hari kita menyaksikan pembicaraan, penghinaan, penghianatan, beradu domba antar manusia. Beberapa masalah begitu mengambil sumber dari superego tiap orang. Kita bernafaskan superego. Sebab kita menyaksikan sama-sama hanya object/target untuk capai sasaran/arah/dari hasil tekad kita.

Tekad ialah gerbang ke arah perpecahan kehidupan berbangsa serta bernegara. Hidup di tengah-tengah keberanekaragaman itu sebetulnya tidak susah. Seandainya kita buka cakrawala hati untuk menyaksikan keanekaragam selaku sumber kemampuan atau cerminanan untuk kita untuk selalu mengambil langkah.

Setapak untuk setapak kita akan mengetahui begitu berharganya keberagaman. Sebab lewat kedatangan budaya sama-sama, kita akan belajar untuk capai suatu hal dengan kerja sama. Bukan kebalikannya, kita menghalalkan semua langkah untuk capai arah spesifik, jika ditelaah dari ranah norma kepribadian sosial.

Bertobat, ya bertobat ialah jalan untuk melanggengkan ikatan sosial. Bertobat akan bawa kita dalam melihat tiap kejadian kehidupan selaku pelajaran yang paling bernilai.

Pada akhirnya, kita harus bertobat untuk menebarkan informasi hoax, beradu domba, ajaran kedengkian, serta segala hal yang mempunyai potensi untuk pisahkan kita dengan saudara sebangsa serta setanah air tersayang.

Salam Bhineka Tunggal Ika

error: Content is protected !!