PERKEMBANGAN VAKSIN COVID-19 DI DUNIA


Vaksin itu memerlukan. waktu lama sekali sampai kita memperoleh yang pas. Misalkan, dengue itu 30 tahun belum sukses. Jadi, jika yang tradisionil lama sekali. Sedang, hepatitis B cepat ia. Jadi semasing itu beda. Sebab kita ini saat ini dalam periode pemercepatan, yaitu periode yang tidak menurut standard yang biasa dilaksanakan untuk vaksin. Jadi, kita harap Covid-19 ini meskipun kita belum begitu kenal, kita harap jangan begitu kompleks. Kita gunakan pemercepatan dalam pengembangannya.

Apa masalah dalam peningkatan vaksin ini?

Masalahnya, saya anggap ialah waktu. Berlomba dengan waktu sebab kegiatannya diagnostik. Mengapa kita, menurut saya, telat sebab kita fokus dahulu untuk pemercepatan diagnostik (saat awal mula Covid-19 masuk di Indonesia). Baru kemudian kita baru dapat pikirkan vaksin ini sebab laboratoriumnya

juga kita harus nantikan untuk dipakai. Bujet dari pemerintahan sejumlah Rp 5,3 miliar. Dana itu untuk dipakai dimulai dari riset awalnya sampai diketemukan calon vaksin yang sudah dites medis ke hewan.

Bagaimana nasib riset vaksin di Eijkman bila pemerintahan memutus beli dari negara lain?

Vaksin itu memerlukan. waktu lama sekali sampai kita memperoleh yang pas. Misalkan, dengue itu 30 tahun belum sukses. Jadi, jika yang tradisionil lama sekali. Sedang, hepatitis B cepat ia. Jadi semasing itu beda. Sebab kita ini saat ini dalam periode pemercepatan, yaitu periode yang tidak menurut standard yang biasa dilaksanakan untuk vaksin. Jadi, kita harap Covid-19 ini meskipun kita belum begitu kenal, kita harap jangan begitu kompleks. Kita gunakan pemercepatan dalam pengembangannya.

error: Content is protected !!