Menjadi Bangsa yang Terhormat dan Berbudaya

sudah pernahkah kalian. memikirkan mengenai bagaimana negara kita ini pada tahun 2045 kelak? Tahun di mana genap 100 tahun semenjak beberapa Proklamator membacakan satu diantara tulisan sangat keramat yang sempat dicatat di Indonesia. Saya terus yakin jika tidak ada mimpi yang begitu besar atau begitu jauh. Ketakutan untuk mengambil langkah jauh dalam punya mimpi berikut yang kadang jadi penghalang dalam perkembangan satu bangsa. Bung Karno sempat menjelaskan, “Bermimpilah setinggi-tingginya, bila kamu jatuh karena itu kamu akan jatuh antara bintang-bintang.” Berikut dasar saya untuk belum pernah takut punya mimpi, jika punya mimpi saja telah takut bagaimana kelak merealisasikannya?

Bicara berkenaan Indonesia 2045, saya kerap menyaksikan deskripsi tentang ini baik itu dari perancangan yang dibikin pemerintahan sampai ke deskripsi Indonesia layaknya seperti di beberapa film fiksi. Seluruh bagus serta tidak ada yang keliru. Untuk tulisan ini, saya akan coba mengejawantahkan imajinasi saya mengenai negeri ini pada tahun 2045 yang mencoba saya kumpulkan dari permenungan dan riset saya sejauh ini. Saya akan konsentrasi untuk tema berkenaan perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta Pengetahuan Pengetahuan serta Tehnologi (IPTEK).

Di tahun 2045, Indonesia akan dipegang dengan seorang pimpinan yang paling bijak, arif, serta keras. . Dia yang nantinya akan dikatakan sebagai “Satrio Piningit”. Si Satrio Piningit tidak sendiri dalam pimpin Indonesia. Ia akan ditolong oleh 9 pemuda yang lain, membulatkan apa yang dahulu sempat disebutkan oleh Bung Karno, “Beri saya sepuluh pemuda maka kuguncangkan dunia!”


Indonesia bisa banyak melahirkan periset-ilmuwan andal di bagiannya. Pemerintahan telah sadar akan keutamaan penelitian hingga dana yang dikeluarkan akan jauh semakin besar yang diimbangi dengan timbulnya inovasi-inovasi besar. Indonesia akan dihormati selaku negara yang terus dapat memenangi olimpiade pengajaran di luar negeri. Keadaan ini memperingatkan saya akan era kerajaan Sriwijaya. Waktu era Sriwijaya, kita jadi pusat edukasi agama Buddha. Tahun 2045, Indonesia bisa menjadi. Pusat evaluasi serta percontohan kembali lagi, tapi kali ini. Bukanlah agama, tetapi ilmu dan pengetahuan serta tehnologi.

error: Content is protected !!