Dialektika Bercinta


Manusia hidup dalam. 2 dimensi, yakni dimensi jelas serta dimensi gelap. Dimensi kelahiran serta kematian. Manusia tidak sempat pilih keluarga, tempat serta negara di mana dia dilahirkan. Yang paling penting untuk manusia ialah menghargakan makna serta arti kehidupan

Psikologi bercinta ialah ritus saat sebelum mengawali cerita asmara antar pasangan. Birahi/nafsu untuk sama-sama melepas hormon antar pasangan dibuat atas landasan cinta.

Cinta berawal dari daya magnet antar pasangan untuk sama-sama nikmati cantiknya dunia kesan. Namun, kadang cinta menampik untuk diselami. Karena kolam asmara sarat dengan masalah/permasalahan sekitar kehidupan percintaan.

Aksentika berarti diskusi/komunikasi yang didasarkan untuk rasa pengin mempunyai. Ritus percintaan tidak kenal waktu. Bergantung di mana birahi itu ada.

Rutinitas ini cuman dipunyai oleh lelaki. Sebab lelaki mempunyai watak untuk menyerbu. Seperti beberapa penyerang pemain sepak bola dunia. Sesaat, wanita ialah kiper yang setia menanti bola.

Sepakan bola asmara lelaki kadang melejit ke jaring gawang wanita. Shooting penalti ialah jalan salah satu untuk nikmati kesan adrenalin percintaan. Gawang wanita siap memuat bola liar dari lelaki.

Rasa-rasanya lega, jika lelaki menyelesaikan penalti dengan sentuhan yang menawan. Sentuhan menawan pagi hari menggerakkan pucuk kepuasan makin berasa jika bola lelaki masuk gawang wanita.

Jauh di lubuk hati tiap pasangan ialah mempunyai cinta yang utuh sampai ajal jemputnya. Tiap orang akan berasa senang jika di keluarganya tidak terceraiberai karena hanya permasalahan kepuasan di atas lapangan hijau.

Beberapa masalah perpisahan paling besar serta yang sangat menguasai kecuali ekonomi ialah tidak ada kepuasan dalam soal tempat tidur. Sebab kepentingan tempat tidur ialah jembatan untuk melanggengkan cerita cinta yang telah dibina dalam waktu waktu lama serta panjang.

Ujian durasi ialah ujian hidup yang tetap akan ada sepanjang manusia bercinta. Nah, untuk selalu jaga kelanggegan kehidupan memiliki keluarga, ada banyak hal yang penting dilestarikan dari leluhur kita yakni;

1. Komunikasi

Komunikasi ialah sumber kehidupan. Jika komunikasi tidak jalan, kehidupan akan stop. Komunikasi bermakna diskusi/aksentika dalam pahami keunggulan dan kekurangan antar pasangan.

error: Content is protected !!