Ekonomi Kreatif Penopang Krisis Anak Rantau


Manusia hidup dalam.  2 dimensi, yakni dimensi jelas serta dimensi gelap. Dimensi kelahiran serta kematian. Manusia tidak sempat pilih keluarga, tempat serta negara di mana dia dilahirkan. Yang paling penting untuk manusia ialah menghargakan makna serta arti kehidupan

Hidup jauh dari keluarga di perantauan itu tidak nikmat. Sebab semua kesusahan ekonomi jadi tanggung jawab sendiri. Apa lagi kesusahan ekonomi ketika kondisi ekonomi nasional belum juga sembuh sejak Covid-19.

Selaku anak rantau tentu kita berasa ketar-ketir tiap tanggal tua. Mahfum dompet kering-kerontang seperti tidak ada kehidupan di padang gurun.

Saya percaya jika dalam tiap kesusahan ekonomi serta kritis identitas tentu ada jalan keberhasilan di muka mata. Bergantung pola pikir kita. Apa kita ingin bergerak atau selalu memiara sudut pandang kuno!

Tiap orang tentu menghindar yang bernama kritis ekonomi. Sebab kritis ekonomi akan melahirkan beberapa hal negatif yang akan menerpa kita.

Nah, selaku anak rantau, saya benar-benar mengucapkan syukur adanya kritis. Sebab dalam kritis saya mendapati jalan untuk selalu survival di tengah-tengah ketidaktetapan ekonomi nasional. Salah satau jalan yang saya dapatkan ialah membuat kaos, lalu membagikannya ke konsumen setia lewat koneksi internet.


Kaos novel Terjerat (dokpri)

Revolusi industri 4.0 menolong saya untuk jualan lewat internet. Kesempatan atau kekuatan keberhasilan tiap orang terbuka di era digital ini. Yang paling penting ialah mendapati jalan serta manfaatkan spirit yang kita punya.

Awalannya saya memakai filosofi “tubruk saja” kepentingan sukses atau tidaknya dari belakang. Jatuh bangun saya lagi coba. Sambil saya lakukan penelitian sekitar kehidupan di lingkunganku. Di mana ekonomi kreatif berbentuk mode serta kulineran selalu exist di tengah-tengah kritis ekonomi nasional yang makin lemas.

Coba anda dan keluarga jogging pagi atau sore tentu anda terus menyaksikan pedaganag kaki 5 yang tumbuh subur di tepi jalan. Mereka ialah pion/pendiri ketahanan ekonomi nasional. Sebab di tengah-tengah kritis ekonomi, mereka membuat lapangan kerja sendiri.

Disamping itu, perkembanagan dunia digital menolong ekonomi kreatif sektor mode 95% kuasai lapak – lapak online seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia dan lain-lain. Sedang program GoFood dan lain-lain, terkuasai oleh sektor kulineran.

Oleh karenanya, tidak ada fakta kembali untuk anak rantau untuk membentuk bisnis sendiri. Entahlah di dunia mode maupun di dunia kulineran.

error: Content is protected !!