Ini Kata Anak Abad Sekarang tentang Perjodohan


kurang lebih kalimat. seperti itu yang akan dilemparkan oleh beberapa angkatan era ini berkenaan perjodohan. Perjodohan dimisalkan selaku hal yang paling mengerikan seperti bagaimana anda tinggal dibalik jeruji besi. Hal seperti itu yang di deskripsikan untuk film — film dengan topik perjodohan.

Tetapi, pengalaman saya sudah memutus asumsi jelek mengenai perjodohan serta hasilnya benar-benar berlainan dengan yang umum saya saksikan di tv. Saya merasa tidak seluruh cerita cinta dalam perjodohan akan usai dengan ironis serta memilukan.

Saat saya barusan terima kertas kelulusan dari SMA tempat saya belajar, saya dibawa oleh orangtua saya untuk menengok nenek saya yang tengah sakit. Dalam tempat kelahiran saya itu, saya berjumpa kembali lagi dengan sepupu ibu saya, ya persisnya ponakan saya.

Telah lumayan lama saya tidak berjumpa dengannya, hingga saya takjub waktu menyaksikan perutnya, iya betul ia sedang memiliki kandungan. Lantas ia memberitahuku jika ia telah menikah beberapa bulan kemarin, kembali — kembali ia membuatku takjub sebab ia menikah atas landasan perjodohan.

Saya menduga ia akan alami periode — periode yang jelek sebab perjodohan itu, tetapi saya salah malah ia nampak benar-benar berbahagia serta benar-benar menyukai suaminya. Walau sebelumnya ia tidak kenal suaminya atau bahkan juga menyukainya, ia tidak perduli sebab cinta akan tumbuh sendirinya bersamaan bergulirnya waktu.

Mengenali jika perjodohan mempunyai jalan cinta yang manis, susah rasa-rasanya memikirkan hal — hal jelek dari perjodohan. Saya pikir perjodohan sebuah hal yang membahagiakan, sebab kita akan semangat untuk cari tahu lebih dalam bagaimana personalitas pasangan kita.

Berikut hal yang membuat kita belajar pada perjodohan yakni terima keunggulan dan kekurangan pasangan. Benar-benar sebelumnya tentu susah untuk terima keunggulan dan kelemahan pada orang yang belum kita mengenal secara baik. Tapi waktu akan mengajar ke kita bagaimana terima keunggulan dan kekurangan pasangan kita.

Seperti kupu — kupu yang terus mendekati wewangian serbuk bunga yang harum, seperti itu cinta akan mendekati tuannya. Hal itu yang dihadapi oleh orang — orang di sekitarku. Beberapa orang yang menikah atas landasan perjodohan menjelaskan jika cinta akan datang sendirinya sebab ada keterbiasaan. Hal ini betul ada, berdasar pernyataan dari orang yang menikah sebab perjodohan, keterbiasaan berikut yang membuat suatu pasangan bisa mengawali kehidupan baru yang berbahagia dengan penuh cinta.

Perjodohan ialah satu wujud usaha dari orangtua atau famili untuk junjung tinggi martabat kita. Bila orang — orang paling dekat kita memilihkannya pasangan untuk kita, itu berarti opsi itu baik serta benar-benar patut untuk kita.

Tetapi jangan mengartikan perjodohan selaku wujud desakan, sebab dalam hukum islam serta hukum Negara hal semacam itu di melarang dengan keras. Jangan tutup mata untuk segi positif dari perjodohan, sebab akan nampak bagaimana cantiknya membuat cinta bersama, walau belum mengenal dekat.

error: Content is protected !!