Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit”


Audit adalah poin. penting untuk perusahaan yang berkaitan. Auditing ialah satu proses untuk mendapatkan serta menilai bukti berkenaan beberapa pernyataan peristiwa ekonomi dengan netral dengan arah memutuskan tingkat kecocokan antar beberapa pernyataan itu dengan standard yang sudah di tentukan. Selanjutnya hasilnya akan di berikan ke pengguna laporan yang memiliki kepentingan. Sedang auditor ialah karier seorang yang lakukan proses auditing.Audit dikerjakan oleh faksi yang kapabel, netral, serta tidak berpihak. Kontrol atas kewajaran satu neraca keuangan adalah tanggung jawab seorang auditor, serta auditor harus juga mengecek apa tiap laporan itu sudah sesuai beberapa prinsip akuntansi.

Arah di selenggarakannya audit untuk lakukan pengecekan jika subyek dari audit sudah dikerjakan atau berjalan sesuai standard, peraturan, serta praktek yang sudah disepakati serta diterima. Untuk beberapa pemakai neraca keuangan menginginkan supaya laporan yang sudah di audit dengan seorang auditor terlepas dari kekeliruan dalam penyuguhan, bisa di yakin kebenarannya,serta telah sesuai standard audit yang berjalan. Oleh karenanya dibutuhkan satu layanan profesional yang mandiri serta objektif untuk memandang kewajaran neraca keuangan.

Berdasar Standard Profesional Akuntan Khalayak (SPAP) audit yang dikerjakan auditor itu bisa bermutu bila penuhi ketetapan atau standard auditing. Standard auditing meliputi diantaranya ialah auditor mandiri yang di pakai dalam penerapan audit serta pengaturan laporan auditor. Independensi terbagi dalam beberapa tanda, yakni jujur dalam bekerja, Ada atau tidaknya keinginan Fee tambahan pada aktivitas audit yang dilakukan, Mempunyai kebersamaan tinggi pada sama-sama auditor, Cermat dalam bekerja dan bisa hasilkan laporan yang tepat serta netral

Pada umumnya independensi adalah sikap di mana seorang auditor tidak bisa dipengaruhi baik dari client atau faksi lain. Hingga data yang di hasilkan tepat tiada terlibat faksi lain. Seorang auditor harus sanggup hadapi desakan dari client. Sikap mandiri benar-benar diperlukan dengan seorang auditor external dalam memberi layanan audit yang disiapkan untuk beberapa pengguna neraca keuangan. Disamping itu, independensi auditor external adalah satu diantara unsur yang penting untuk memandang kualitas audit yang dibuat. jika dalam melakukan kontrol, auditor mendapatkan keyakinan dari client serta beberapa pengguna neraca keuangan untuk menunjukkan kewajaran neraca keuangan yang diatur serta dihidangkan, oleh karenanya dalam memberi opini berkenaan kewajaran neraca keuangan yang dicheck harus berlaku mandiri pada kebutuhan client atau beberapa pengguna neraca keuangan itu.

Jadi saya mengaitkan jika dampak independensi auditor benar-benar memengaruhi untuk kualitas audit. Ini bisa di definisikan jika makin tinggi nilai. Independensi yang di aplikasikan dengan seorang auditor karena itu makin baik juga kualitas auditnya. Auditor yang mempunyai independensi akan mempunyai sikap psikis yang tidak dapat gampang dikuasai, tidak dikontrol faksi lain serta ada alasan yang netral tidak berpihak pada diri auditor dalam merangkum serta mengatakan gagasannya hingga hasilkan audit yang bermutu.


Keinginan

Demikian keterangan saya berkenaan. Indepedensi auditor pada kualitas audit. Saya mengharap seorang yang profesinya. Auditor mempunyai sikap independensi hingga. Hasilkan kualitas audit yang netral serta tepat. Mudah-mudahan artikel saya bisa berguna untuk semua. Minta maaf jika ada banyak kekeliruan serta kekurangannya. Terima kasih

error: Content is protected !!