Terapi Rasa Minder bersama Jurnal Harian


Detak Jantungku seolah. stop, saat saya ada di landasan samudera. Saya terima hujan skeptis/sangsi dari tiap orang yang ada di sekitarku. Lebih sakitnya, saya terima hujan ejekan dari beberapa orang yang saya kira, mereka dapat menolongku untuk keluar dari zone kemunduran.

Tidak apalah, saya berlarian sendirian untuk membuat periode depanku. Sebab” langkah terhebat untuk memprediksi/meramalkan hari esok ialah membuatnya” (Abraham Lincoln).

Saya usaha untuk mempertautkan mimpi bersama gelombang semesta, tetapi saya terus dipenjara oleh prasangka. Saya bawa prasangka dalam frame aksara. Tetapi, saya terus terantuk untuk kandungan semesta.

Jauh di pedalaman pulau Timor saya berontak ke pelangi. Kembali lagi durasi membatasiiku. Sebab tiap waktu ada selalu cerita. Saya akan menceritakan periode kecilku yang penuh kesusahan. Kesulitan-kesulitan saya mempunyai korelasi dengan pertemanan bersama seseorang. Tetapi, saya sanggup bertahan serta lewat cerita pahit itu dengan senang.

Saya senang dengan periode kecilku yang serba kesusahan serta keras. Sekuat negeri karang pulau Timor. Sebab dari kesusahan saya belajar apa makna perjuangan.

Saya berusaha sepanjang nyaris beberapa puluh tahun untuk menyenangkan diriku. Sebab saya tidak suka serta sakit hati dengan keluarga, khususnya saya kurang percaya diri dengan diriku sendiri. Pejamkan mata anda serta rasakan jika kemauan anda pada saat kecil tidak dipenuhi oleh orangtua!

Apa yang anda alami? Jika anda suka, karena itu tersenyumlah. Tetapi, jika anda berduka menangislah. Sebab menangis ialah sisi empati anda akan apa yang saya serta beberapa orang yang kehilangan segala hal pada saat kecil. Jujur periode kecilku, tidak seindah periode kecil anda.

Saya membenci diriku. Kedengkian ialah virus pembunuhan watakku. Karena saya terus mempunyai tidak percaya diri dalam berhubungan sama orang lain.

Setiap saat saya menyaksikan seseorang, saya pengin seperti mereka. Sebab mereka benar-benar nikmati hidup. Tetapi, bukan nikmati kemerdekaan seseorang di bawah keringat serta tangisan air mata sama-sama, seperti mereka-mereka yang menyebar daya tarik di ruangan khalayak.

Saya jalani periode kecil dalam ketidaktetapan akan hari depan. Sebab segala hal gelap. Segelap pembunuhan hari esok anak jalanan yang makin terasing dari kekayaan bumi Indonesia.

error: Content is protected !!