Teh Hijau Mungkin Tak Sehebat yang Diberitakan

Dengan teh hijau. ialah daun tanaman Camellia sinensis yang dikeringkan. Tiada alami proses oksidasi, atau kerap disebutkan sebagai peragian.Teh macam ini telah dimakan di China sepanjang beberapa ribu tahun serta pertamanya dikenalkan di Jepang untuk masa Nara (710-794 M). Kabarnya industri teh di Jepang telah diawali semenjak tahun 1191.

Akhir-akhir ini industri teh berkembang makin cepat. Di tahun 2019 pasar global teh hijau diprediksi sebesar 18,4 miliar dollar Amerika, serta diprediksikan tetap akan bertambah di periode kedepan. Claim kesehatan, seperti faedahnya untuk turunkan berat tubuh, nampaknya membuat teh hijau semakin hari semakin terkenal. Apakah benar teh hijau memberi faedah kesehatan?

Perlu lebih dulu dikatakan jika terus tidak gampang mendapati jawaban atas pertanyaan semacam ini. Ada beberapa riset ilmiah berkaitan faedah teh hijau untuk kesehatan manusia, serta hasilnya tidak selamanya searah. Ketidaksamaan hasil itu bisa saja berasal dari ketidaksamaan sistem, jumlah contoh, kualitas perancangan riset, serta banyak unsur lain. Untuk meringkas serta ambil simpulan atas bermacam hasil riset yang tidak sama-sama searah itu dilaksanakanlah satu analisis yang disebutkan dengan meta-analisis. Di bawah ini rangkuman dari bermacam riset berkaitan claim kesehatan teh hijau.

Tidak ada bukti yang kuat jika teh hijau menolong menahan atau menyembuhkan kanker untuk manusia. Jalinan di antara konsumsi teh hijau serta pengurangan resiko kanker perut serta kanker kulit non-melanoma tidak terang, berasal dari bukti yang tidak stabil atau mungkin tidak mencukupi.

Ekstrak teh hijau belum dapat dibuktikan mengakibatkan pengurangan berat tubuh yang bermakna ke orang dewasa yang berat badan yang berlebih (overweight) atau kegemukan. Ekstrak teh hijau belum dapat dibuktikan menolong orang menjaga berat tubuh.

Meta-analisis di tahun 2015 mengutarakan jika konsumsi teh hijau tidak dengan berarti memperlihatkan dampak anti inflamasi.

Beberapa riset sudah dilaksanakan untuk menyaksikan faedah teh hijau untuk turunkan resiko penyakit jantung serta tekanan darah Namun, simpulan yang kuat tidak bisa didapat. Masih dibutuhkan riset selanjutnya untuk memperoleh bukti yang kuat. Saat itu, meta-analisis tahun 2013 menunjukkan jika konsumsi teh hijau turunkan fokus cholesterol keseluruhan serta LDL pada darah.

Elemen dalam teh hijau yang terpenting ialah epigalokatekin galat (EGCG). Studi pada peluang imbas jelek dari konsumsi teh hijau. Di tahun 2018 memperlihatkan jika konsumsi teh hijau dengan jumlah harian rendah. Sampai sedang (sama dengan 90 sampai 300 mg EGCG /hari) bisa dipandang aman, meskipun ada banyak masalah yang memperlihatkan jika konsumsi teh hijau yang terlalu berlebih atau pemakaian suplemen EGCG kandungan tinggi bisa mengakibatkan toksisitas hati. Secangkir minuman teh hijau memiliki kandungan seputar 50 — 100 mg EGCG. Dengan begitu, konsumsi sampai 3 cangkir minuman teh hijau /hari masih bisa dipandang aman.

Jadi, konsumsi teh hijau kemungkinan memberi faedah, walaupun tidak sehebat seperti claim yang diberi sejauh ini. Ke-2 , konsumsi teh hijau dengan jumlah banyak mempunyai potensi memberi imbas jelek untuk kesehatan.

error: Content is protected !!