Gula Dapat Menghasilkan Cahaya


Bahan pangan umumnya. berbentuk benda padat, semi padat, atau cair. Pada umumnya, benda padat bisa dipisah jadi 3: krisatalin, semi kristalin, serta amorf. Kristalin ialah benda padat yang mempunyai susunan spesifik yang paling teratur, serta umumnya memiliki sifat keras. Amorf ialah benda padat yang susunannya tidak teratur, serta memiliki sifat lebih lunak.

Contoh bahan pangan yang memiliki sifat kristalin, atau membuat kristal, ialah gula batu. Antiknya, bila gula batu ini dicampurkan di air, dipanaskan sampai pekat, lalu didinginkan kembali lagi menjadi permen, susunannya beralih menjadi amorf. Keterangan ilmiahnya lumayan panjang serta tidak jadi pembicaraan untuk artikel ini.

Benda padat yang membuat kristal mempunyai karakter antik, yakni bisa hasilkan percikan sinar yang nampak cantik dalam gelap. Silahkan kita kerjakan eksperimen sains di bawah ini.

Persiapkan sepotong gula batu, tidak penting memiliki bentuk semacam apa. Yakinkan saja jika ukuran lumayan besar. Gula batu ini dimasukkan pada dalam kantong plastik. Tiada kantong plastik pun tidak kenapa, tapi resikonya remahan gula batu bisa mengotori ruang. Paling akhir, dibutuhkan satu tang. Dalam kamar yang jika dapat gelap prima, pencet gula batu itu dengan tang dengan kuat serta cepat. Saat itu juga akan terlihat seberkas sinar biru dalam kegelapan. Cepat sekali, hingga dibutuhkan perhatian yang cermat.

Tanda-tanda sinar yang berpendar itu disebutkan dengan triboluminescence. Satu kejadian yang berlangsung saat sepotong intan digosok dengan gerinda. Ada sinar merah atau biru. Begitupun hal menggesekkan 2 batu kuarsa yang bisa hasilkan sinar merah-jingga. Beberapa kita barangkali sempat punyai pengalaman bermain dengan batu kuarsa ini. Sinar itu ada saat berlangsung pemutusan ikatan kimia untuk beberapa material saat digores, dihancurkan, robek, digosok, atau diambil.

Bagaimana kejadian ini berlangsung, belum seutuhnya dipahami. Diperhitungkan, saat satu object dipisah dengan satu diantara langkah yang sudah disebut berlangsung pembelahan muatan. Saat muatan tergabung kembali lagi, daya listrik membuat udara seputar terionisasi hingga mengakibatkan kilatan sinar. Kurang lebih serupa dengan berlangsungnya petir.

error: Content is protected !!